Sabtu, 08 Februari 2014

Resensi


Judul Resensi              :Coklat
Keunggulan                 :Dalam novel ini bahasanya mudah dipahami, sehingga cepat     dimengerti oleh para pembacanya.
Kelemahan                  :Dalam novel ini banyak sekali bahasa-bahasa alay yang  sebagian besar digunakan dalam pergaulan masa ini, oleh para pelajar sekarang.

Identitas Buku

Pengarang                  : Nikensari S.
Judul Novel                : Coklat
Tebal Halaman          : 215
Penerbit                      : Klik Publishing
Jl. Kaliurang Km. 9.2 Yogyakarta

Sinopsis
EMIRALD NIURA SASTA adalah seorang gadis muda yang sangat biasa. Em, panggilan akrab dari emirald sangat menyukai  coklat entah itu makanan dari coklat, warna coklat , dan semua hal yang berbau coklat. Coklat selalu ia gambarkan sebagai suatu bentuk kehangatan yang sangat ia gemari terutama kehangatan keluarga. Maka dari itu ia menyebut kehangatan dan kasih sayang didalam keluarganya dengan sebutan coklat. Tapi coklat Em hilang ketika papa dan mama Em bertengkar hebat  dan sudah tidak harmonis lagi seperti dulu. Pernikahan mereka berada diujung tanduk. Sementara itu Em tidak pernah lagi merasakan apa itu coklat yang dulu sangat ia gemari didalam keluarganya. Semuanya berubah menjadi putih yang dingin dan tidak berwarna.
Lama kelamaan Em tidak betah juga berada dalam posisi ini, yang seharusnya seusianya mendapatkan kasih sayang dan perhatian dari keluarganya tapi ia malah tidak mendapatkan itu dari papa dan mamanya yang makin sibuk dan tidak memperdulikan Em bahkan diri mereka sendiri. Mereka terlena akan pekerjaan dan jabatan mereka di perusahaan. Hingga akhirnya Em memutuskan untuk pindah ke jogja ikut eyangnya.


Di jogja Em tinggal bersama eyang putrinya yang tidak lain tidak bukan adalah ibu dari papa Em. Em kaget saat mengetahui tidak hanya dia yang tinggal dirumah eyang, ada satu orang lagi, laki-laki yang bernama Zuba. Ia adalah sepupuhnya yang berasal dari Bandung. Selama di jogja Em akan bersekolah di SMA harapan Jaya yang ternyata juga menjadi sekolah dari Zuba. Jadi setiap hari Zuba dan Em selalu berangkat bersama menuju sekolah.
Em sangat menyukai Zuba yang ia panggil denga sebutan Mas Zuba karena dari dulu Em selalu mengidam-idamkan kakak laki-laki yang perhatian juga peduli padanya. Dan akhirnya dia mendapatkan juga walaupun bukan kakak kandung. Namun ia sudah lebuh dari cukupuntuk Em.
Baru satu hari saja dirumah Eyang. Em sudah mendapat kecelakaan yang membuat kepalanya harus diperban padahal esok paginya ia harus berangkat sekolah untuk pertama kalinya. Awalnya ia merasa tidak terima terhadap orang yang menabraknya di trotoar saat tengah bersepeda dan kebetulan sedang kesasar. Tapi setelah melihat ketulusan orang yang menabraknya dengan membawanya ke klinik akhirnya membuat Em luluh juga, ditambah wajah rupawan orang itu. Diam – diam ia menyukai orang itu dan ia berharap bisa bertemu lagi dengannya yang bernama Immo.
Em sangat bahagia karena mendapatkan orang seperti Immo yang tampan dan jenius. Immo menonjol dalam segala bidang termasuk melukis , bidang yang paling tidak dia kuasai oleh Em. Immo selalu senang hati membantu Em dalam urusan yang satu itu. Mmo sendiri juga orang yang sanga menyenangkan dan itu salah satu hal yang membuatnya semakin tergila – ila pada Immo. Immo bisa menerima Em apa adanya meski dengan latar belakang keluarga Em yang buruk. Immo tulus mencintai Em.
Sayang semuanya memburuk ketika mama tiba-tiba datang dari jakarta. Em langsung sadar apa alasan mamanya datang ke Jogja, yaitu untuk mencari tahu tentang Immo atau yang lebih parah mamahnya ingin memisahkan Em dari Immo. Dan semuanya terbukti. Mama Em ingin memisahkan Em dari Immo dengan alasan ingin membawa Em ke Jakarta.
Kekuatan cinta Immo dan Em benar – benar diuji. Em dan mmo berusaha sekuat tenaga mereka untuk tetap menjaga cinta mereka yang besar. Hanya saja sekarang Em lah yang tidak berdaya karena dengan tega mamah nya memberikan dua pilihan yang sangat berat untuknya, antara memilih Immo dan tetap tinggal di Jogja dengan konsekuensi mamahnya akan menceraikan papanya atau ia ikut pulang ke Jakarta dan mamah akan berusaha untuk mempebaiki hubungan dengan papahnya. Sebagai anak ia pasti lebih mementingkan ke utuhan keluarganya sehingga dengan bera hati ia memilih untuk kembali ke Jakarta dengan mengorbankan cintanya pada Imoo dengan hati yang tersayat-sayat.
Saat di Jogja Em pergi ke sekolah lamanya yang kebetulan bertepatan dengan tanggal 16 juli, tanggal jadian dengan Immo. Em ingin sekali mengenang kembali Immo , membuka memori – memori indah bersama orang yang sampai sekarang masih sangat dicintainya.Dewi fortuna benar – benar berpihak pada Em , tanpa di duga ia bertemu lagi dengan Immosetelah sekian tahun tidak bertemu. Mereka menumpahkan kerinduan yang tak terbendung yang selama ini terpendam.
Mama Em mengizinkan Em berhubungan lagi dengan Immo, dan itu membuat Em sangat bahagia tanpa pikir panjang ia segera menemui Immo yang sudah menunggunya disekolah. Ia bilang bahwa ia menerima Immo lagi masuk dalam kehidupannya karena kedua orang tuanya sudah memberikan izin dan karena Em mencintai Immo dengan teramat sangat, Em tidak mau menyia-nyiakan Immo lagi.
Coklat Em akhirnya sekarang sempurna setelah penantian yang panjang. Keluarganya kembali harmonis dan terlebih lagi ia mendapatkan coklatnya yang tak sempurna kembali yaitu Immo. Hidupnya sangat lengkap sekarang karena kehangatan dari mereka yang sangat ia cintai. Keluarganya dan Immo telah menjadi kesatuan yang hangat dan menyenangkan yaitu Coklat. Coklat Papa, Mama, Em dan Immo.    

Tidak ada komentar:

Posting Komentar