Judul
Resensi :Coklat
Keunggulan :Dalam
novel ini bahasanya mudah dipahami, sehingga cepat dimengerti oleh para pembacanya.
Kelemahan :Dalam
novel ini banyak sekali bahasa-bahasa alay yang
sebagian besar digunakan dalam pergaulan masa ini, oleh para pelajar
sekarang.
Identitas
Buku
Pengarang : Nikensari S.
Judul Novel : Coklat
Tebal Halaman : 215
Penerbit : Klik Publishing
Jl.
Kaliurang Km. 9.2 Yogyakarta
Email:
Klik_publishing@yahoo.co.id
Sinopsis
EMIRALD NIURA SASTA
adalah seorang gadis muda yang sangat biasa. Em, panggilan akrab dari emirald
sangat menyukai coklat entah itu makanan
dari coklat, warna coklat , dan semua hal yang berbau coklat. Coklat selalu ia
gambarkan sebagai suatu bentuk kehangatan yang sangat ia gemari terutama
kehangatan keluarga. Maka dari itu ia menyebut kehangatan dan kasih sayang
didalam keluarganya dengan sebutan coklat. Tapi coklat Em hilang ketika papa
dan mama Em bertengkar hebat dan sudah
tidak harmonis lagi seperti dulu. Pernikahan mereka berada diujung tanduk.
Sementara itu Em tidak pernah lagi merasakan apa itu coklat yang dulu sangat ia
gemari didalam keluarganya. Semuanya berubah menjadi putih yang dingin dan
tidak berwarna.
Lama
kelamaan Em tidak betah juga berada dalam posisi ini, yang seharusnya seusianya
mendapatkan kasih sayang dan perhatian dari keluarganya tapi ia malah tidak
mendapatkan itu dari papa dan mamanya yang makin sibuk dan tidak memperdulikan
Em bahkan diri mereka sendiri. Mereka terlena akan pekerjaan dan jabatan mereka
di perusahaan. Hingga akhirnya Em memutuskan untuk pindah ke jogja ikut
eyangnya.
Di
jogja Em tinggal bersama eyang putrinya yang tidak lain tidak bukan adalah ibu
dari papa Em. Em kaget saat mengetahui tidak hanya dia yang tinggal dirumah
eyang, ada satu orang lagi, laki-laki yang bernama Zuba. Ia adalah sepupuhnya
yang berasal dari Bandung. Selama di jogja Em akan bersekolah di SMA harapan
Jaya yang ternyata juga menjadi sekolah dari Zuba. Jadi setiap hari Zuba dan Em
selalu berangkat bersama menuju sekolah.
Em
sangat menyukai Zuba yang ia panggil denga sebutan Mas Zuba karena dari dulu Em
selalu mengidam-idamkan kakak laki-laki yang perhatian juga peduli padanya. Dan
akhirnya dia mendapatkan juga walaupun bukan kakak kandung. Namun ia sudah
lebuh dari cukupuntuk Em.
Baru
satu hari saja dirumah Eyang. Em sudah mendapat kecelakaan yang membuat
kepalanya harus diperban padahal esok paginya ia harus berangkat sekolah untuk
pertama kalinya. Awalnya ia merasa tidak terima terhadap orang yang menabraknya
di trotoar saat tengah bersepeda dan kebetulan sedang kesasar. Tapi setelah
melihat ketulusan orang yang menabraknya dengan membawanya ke klinik akhirnya
membuat Em luluh juga, ditambah wajah rupawan orang itu. Diam – diam ia
menyukai orang itu dan ia berharap bisa bertemu lagi dengannya yang bernama
Immo.
Em
sangat bahagia karena mendapatkan orang seperti Immo yang tampan dan jenius.
Immo menonjol dalam segala bidang termasuk melukis , bidang yang paling tidak
dia kuasai oleh Em. Immo selalu senang hati membantu Em dalam urusan yang satu
itu. Mmo sendiri juga orang yang sanga menyenangkan dan itu salah satu hal yang
membuatnya semakin tergila – ila pada Immo. Immo bisa menerima Em apa adanya
meski dengan latar belakang keluarga Em yang buruk. Immo tulus mencintai Em.
Sayang
semuanya memburuk ketika mama tiba-tiba datang dari jakarta. Em langsung sadar
apa alasan mamanya datang ke Jogja, yaitu untuk mencari tahu tentang Immo atau
yang lebih parah mamahnya ingin memisahkan Em dari Immo. Dan semuanya terbukti.
Mama Em ingin memisahkan Em dari Immo dengan alasan ingin membawa Em ke
Jakarta.
Kekuatan
cinta Immo dan Em benar – benar diuji. Em dan mmo berusaha sekuat tenaga mereka
untuk tetap menjaga cinta mereka yang besar. Hanya saja sekarang Em lah yang
tidak berdaya karena dengan tega mamah nya memberikan dua pilihan yang sangat
berat untuknya, antara memilih Immo dan tetap tinggal di Jogja dengan
konsekuensi mamahnya akan menceraikan papanya atau ia ikut pulang ke Jakarta dan
mamah akan berusaha untuk mempebaiki hubungan dengan papahnya. Sebagai anak ia
pasti lebih mementingkan ke utuhan keluarganya sehingga dengan bera hati ia
memilih untuk kembali ke Jakarta dengan mengorbankan cintanya pada Imoo dengan
hati yang tersayat-sayat.
Saat
di Jogja Em pergi ke sekolah lamanya yang kebetulan bertepatan dengan tanggal
16 juli, tanggal jadian dengan Immo. Em ingin sekali mengenang kembali Immo ,
membuka memori – memori indah bersama orang yang sampai sekarang masih sangat
dicintainya.Dewi fortuna benar – benar berpihak pada Em , tanpa di duga ia
bertemu lagi dengan Immosetelah sekian tahun tidak bertemu. Mereka menumpahkan
kerinduan yang tak terbendung yang selama ini terpendam.
Mama
Em mengizinkan Em berhubungan lagi dengan Immo, dan itu membuat Em sangat
bahagia tanpa pikir panjang ia segera menemui Immo yang sudah menunggunya
disekolah. Ia bilang bahwa ia menerima Immo lagi masuk dalam kehidupannya
karena kedua orang tuanya sudah memberikan izin dan karena Em mencintai Immo
dengan teramat sangat, Em tidak mau menyia-nyiakan Immo lagi.
Coklat
Em akhirnya sekarang sempurna setelah penantian yang panjang. Keluarganya
kembali harmonis dan terlebih lagi ia mendapatkan coklatnya yang tak sempurna
kembali yaitu Immo. Hidupnya sangat lengkap sekarang karena kehangatan dari
mereka yang sangat ia cintai. Keluarganya dan Immo telah menjadi kesatuan yang
hangat dan menyenangkan yaitu Coklat. Coklat Papa, Mama, Em dan Immo.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar